Tuesday , July 17 2018

ULP MAMUJU DITARGET NAIK KE LEVEL LIMA

KandoraNews.com

HMS. Sukriani

Berdasarkan Indonesia Procurement Maturity Model ( IPM2 ) sebagai rujukan tingkatan penilaian yang di paparkan Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumberdaya Manusia LKPP Dr. Agus Prabowo, Unit layanan Pengadaan ( ULP ) Kabupaten Mamuju masih berada pada level kedua dari lima tingkatan penilaian terhadap pengelolaan ULP, penjelasan level kedua dimaksud ULP Mamuju masih dalam kategori Pengelolaan pengadaan yang masih fokus pada tertib administrasi untuk patuh pada aturan ( Compliance ), meski menurut Agus Prabowo kategori penilaian level dua ini sudah cukup lumayan untuk  pengelolaan ULP Mamuju sebagai pendatang baru.

Dijelaskan, level terendah penilaian pengelolaan ULP adalah dengan kategori pengelolaan pengadaan tidak konsisten oleh organisasi kepanitiaan yang belum permanen ( Reaktive ) sementara penilaian tertinggi dengan level lima adalah pengelolaan yang telah mengacu pada peningkatan kinerja pengadaan yang berkesinambungan ( Sustained ).

Untuk bisa mencapai level 3, 4 dan 5 itu sebenarnya tinggal komitmen saja, dan kita di Mamuju komitmen untuk itu, kata Bupati Mamuju H.Suhardi Duka usai menerima kedatangan Ceo MCC Amerika serikat Dana Hyde yang hari ini ( Rabu, 1 April 2015 ) berkunjung  ke ULP Mamuju. Ditambahkan Bupati, kehadiran ULP diakui telah sangat membantu dalam upaya mengurangi kewenangan seorang Bupati atas kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan pengadaan sehingga semakin mengecilkan peluang terjadinya penyimpangan “ di era sekarang semakin kecil kewenangan pejabat, semakin dia selamat, tapi semakin besar kewenangannya maka semakin besar pula peluanganya masuk penjara “ tegas pria yang akrab dengan sapaan SDK.

Namun demikian, satu hal yang dikeluhkan Bupati terkait pengadaan barang dan jasa yang saat ini dominan telah menggunakan E- Katalog adalah pemegang lisensi E-Katalog yang tidak menyediakan barang sebagaimana seharusnya “ bahkan kadang kalau tidak banyak barang yang kita ambil, katakanlah obat, kadang tidak diperdulikan, mungkin karena proifitnya kecil” aku Bupati.

Meski begitu Suhardi Duka tetap mengapresiasi sistim E- Katalog yang dinilai dapat menimbulkan evisiensi sangat tinggi.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumberdaya Manusia LKPP Dr. Agus Prabowo mengatakan, saat ini secara perlahan-lahan sistim lelang terhadap pengadaan akan mulai dihapuskan, terkecuali kegiatan-kegiatan yang sifatnya spesifik seperti jasa konstruksi, dan untuk kegiatan yang spesifik tersebut tentu harus diantarai oleh pasar yang namanya lelang, karenanya melalui pemanfaatan teknologi telah berhasil melahirkan beberapa varian, salah satunya dengan menggunakan E-Katalog “ saat ini LKPP telah membangun E-Katalog dengan 10 ribuan item barang yang spec dan harganya telah tercantum sehingga dapat langsung dibeli, persisi seperti kita mengakses glodog.com

(AD)

Comments

comments

Check Also

MPC Pemuda Pancasila Mamuju Jadwalkan Pelantikan Agustus Nanti

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mamuju sedang merampungkan segala persiapan pelantikan kepengurusan …

Adventorial