Wednesday , May 23 2018
Foto : Laga Final Antara SMAN 1 Mamuju Vs. SMKN 1 Papalang saat adu pinalti, kamis (19/04).

Tapalang Diskualifikasi, Mamuju Tumbangkan Papalang Melalui Drama Adu Penalti

MAMUJU, kandoranews.com – Olimpiade Olahraga Sekolah Negeri (O2SN) dan Liga Sepak Bola Pelajar tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju sejak Jumát hingga kamis, 13-19 april 2018 ini menyisahkan drama hingga torehan prestasi para jawaranya. Kamis (19/04).

Pada laga semi final Liga Sepak Bola Pelajar ini menyisahkan empat tim terbaik diantaranya SMAN1 Mamuju, SMAN 1 Tapalang, SMAN 1 Kalukku serta SMKN 1 Papalang.

Dimana pada laga sebelumnya, kemenangan SMAN 1 Tapalang atas lawannya SMKN 1 Papalang mendapat protes dari tim SMKN 1 Papalang lantaran diduga adanya pemain yang tak layak bermain dikubu SMAN 1 Tapalang yang berbuntut pada didiskualifikasinya SMAN 1 Tapalang dilaga final

Akibat hal tersebut, pihak panitia yang melakukan tindaklanjut atas protes tersebut benar menemukan adanya pemain yang dinyatakan tidak layak atau tidak memenuhi syarat untuk ikut bermain pada tim SMAN 1 Tapalang.

“Benar, tadi SMKN 1 Papalang menyampaikan protes kepada kami (panitia) atas dugaan pemain yang tidak memenuhi syarat untuk bermain, akhirnya kami melakukan verifikasi dan benar menemukan hal tersebut. Sebagai konsekuensinya, kami pun harus mendiskualifikasi SMAN 1 Tapalang sehingga yang maju ke babak final itu SMKN 1 Papalang,” ujar Koordinator pertandingan Syamsir Salleng.

Menurut pihaknya, panitia tidak tahu-menahu soal pemain tersebut sebab panitia hanya menerima berkas dari pihak sekolah. Jika ada yang memang terbukti melanggar aturan yang telah disepakati maka pihak panitia berhak memberikan sangsi termasuk diskualifikasi tim.

“Kami hanya menerima berkas pemaian dari pihak sekolah dan kami tentu tidak akan hafal semua pemain yang dimaksud, tapi kalau ada yang protes seperti ini dan terbukti, tentu kami akan memberikan sangsi,” lanjut Syamsir

Senada dengan itu, Ketua panitia Zulfadly Rasyid juga menegaskan bahwa panitia tentu tidak akan main-main memberi sangsi kepada siapa saja yang berbuat diluar aturan.

“Kami tidak akan segan-segan memberi sangsi kepada siapa saja yang tidak taat atas aturan yang sudah disepakati, kami tidak akan pilih kasih. Sudah kami tegaskan untuk tetap menjunjung tinggi sportifitas demi prestasi yang baik untuk daerah kita,” tegas Zulfadly.

Laga final yang akhirnya mempertemukan SMAN 1 Mamuju melawan SMKN 1 Papalang berakhir dengan skor kaca mata didua babak waktu normal, yang akhirnya harus dilanjutkan dengan adu penalti. Pada akhir laga, SMAN 1 Mamuju berhasil menaklukkan SMKN 1 Papalang dengan skor 4-3 melalui drama adu penalti. (ra/fa)

Comments

comments

Check Also

Temui Gubernur, SDK Sampaikan Dua Poin Ini

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Untuk kesekian kalinya, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka bertandang ke kantor …

Adventorial