Wednesday , January 16 2019
Foto : Ilustrasi

Stabilitas Politik Dalam Negeri Tetap Terjaga

JAKARTA, KANDORANEWS.com – Stabilitas politik di dalam negeri ditunjukkan dengan adanya kebebasan berbicara dan berserikat dalam sistem demokrasi. Penyelenggaraan pilkada serentak sejak tahun 2015 selalu berjalan damai.

Tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada meningkat, sedangkan sengketa berkurang. Hal ini menunjukkan praktik demokrasi yang semakin dewasa dan menjadi salah satu faktor utama untuk stabilitas politik di dalam negeri.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2015 di 269 daerah sebanyak 96.869.739 orang atau 69 persen. Sedangkan pada pilkada serentak 2018 di 171 daerah, partisipasi pemilih 152.079.997 orang atau 73 persen.

Kepemimpinan Indonesia dalam diplomasi internasional memiliki kontribusi besar dalam menciptakan stabilitas dalam negeri. Indonesia terpilih mejadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 mewakili Asia-Pasifik.

Prioritas politik luar negeri Indonesia adalah meningkatkan peran di tingkat kawasan maupun global. Indonesia berperan aktif dalam upaya perdamaian di Palestina dan Afghanistan.

Keaktifan Indonesia dalam mempromosikan perdamaian ikut menciptakan stabilitas politik dan keamanan. Lebih dari duapertiga negara anggota PBB percaya Indonesia mampu membangun jembatan dan memajukan perdamaian dunia dengan cara diplomatis.

Sementara di ASEAN, konsep Indonesia mengenai kerja sama Indo-Pasifik yang inklusif dengan menekankan sentralitas ASEAN, dan penghormatan terhadap hukum internasional diterima negara-negara kunci di kawasan. (*/Ra)

Check Also

Fadli Sandi : GP NasDem Satu Komando Menangkan Jokowi – Ma’ruf

JAKARTA, KANDORANEWS.com – Menjelang Pemilu 2019, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Pemuda (GP) Nasdem menggelar Rapat …