Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Saturday , October 20 2018

Siswa Sekolah Islam Athirah Tolak Gunakan Narkoba

MAKASSAR, kandoranews.com – Dari tahun ke tahun kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau yang disingkat narkoba, semakin mengkhawatirkan. Presiden Joko Widodo bahkan telah menegaskan kondisi Indonesia yang darurat narkoba. Karenanya, seluruh elemen harus bahu membantu mencegah penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi pelajar dipandang penting dilakukan.

Sekaitan dengan itu, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga bekerjasama dengan Direktorat Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyelenggarakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penyuluhan Masyarakat Dirbinmas Polda Sulawesi Selatan AKBP Faiza Faisal SSos menyatakan, narkoba mulai menyasar siswa SD dan SMP. “Dulu pengguna narkoba adalah mahasiswa. Sekarang penggunanya sudah ada dari kalangan pelajar SD. Presentasenya meningkat dari tahun ke tahun,” katanya disela-sela sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Gimnasium Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/10/2017).

Hadir dalam sosialisasi antara lain Wakasek Kesiswaan Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Wardah SPd, Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penyuluhan Masyarakat Dirbinmas Polda Sulawesi Selatan AKBP Faiza Faisal SSos, Kasibintibmas Subditbintibluh Ditbinmas Polda Sulawesi Selatan AKP Amos, para guru, dan ratusan siswa-siswi SD, SMP, dan SMA Islam Athirah Bukit Baruga.

Dalam sosialisasi, dipaparkan dampak penyalahgunaan narkoba, berupa dampak kesehatan, psikologis, dan lingungan sosial. Dari aspek kesehatan, narkoba mengganggu sistem saraf (neurologis), menggangu jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), dan mengganggu fungsi paru-paru. “Pengguna jarum suntik beresiko tertular HIV/AIDS. Bahkan, bisa menyebabkan kematian,” kata AKBP Faiza.

Pengguna narkoba juga mengalami dampak psikologis yaitu menunjukkan tingkah laku brutal, sulit konsetrasi, perasaan kesan, dan tertekan. Selain itu, sering tampak tegang dan gelisah, kerja lambat dan ceroboh, hilang rasa percaya diri, apatis, penghayal, dan penuh curiga. “Cenderung menyakiti diri sendiri,” ujarnya dihadapan ratusan siswa Athirah.

Dari dampak lingkungan sosial, pengguna narkoba mengalami gangguan mental, anti sosial, merasa dikucilkan oleh lingkungan, menjadi beban keluarga, dan emosi tidak terkendali. “Ia punya kecenderungan selalu berbohong. Masa depan suram karena putus sekolah. Karena itu, mari bersama kita perangi narkoba. Bersama-sama katakan tidak pada narkoba,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, di hadapan guru dan siswa, Ketua OSIS SMA Islam Athirah Bukit Baruga Imam Akbar Mujahidin membacakan pernyataan sikap anti narkoba. Pernyataan tersebut berisi 4 poin penolakan terhadap narkoba. “Kami gerakan moral anti narkoba atas nama siswa SD, SMP, dan SMA Athirah Bukit Baruga Makassar beserta pengajar dan staf dengan ini menyatakan haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” kata Imam diikusi seluruh peserta sosialisasi.

Pernyataan juga berisi penolakan terhadap segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sebaliknya, mendukung dan menghargai seluruh usaha pemerintah NKRI dalam memerangi dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dari segala akibat yang ditimbulkannya. “Mendukung dan mendorong aparat penegak hukum melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan peredaran gelap narkoba dan semacamnya,” ujar Imam.

Adapun Wakasek Kesiswaan SMA Athirah Bukit Baruga, Wardah SPd berpandangan, sosialisasi bahaya narkoba sangat bermanfaat bagi siswa. “Siswa bisa memperoleh informasi tentang bahaya narkoba secara langsung. Selama ini mereka hanya mendengar bahaya narkoba dari televisi,” ujar Wardah.

Sementara itu, Kasibintibmas Subditbintibluh Ditbinmas Polda Sulawesi Selatan AKP Amos menyampaikan ketentuan pidana terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba di dalam UU Nomor 35 tahun 2009. “Orang yang memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkoba golongan 1 bukan tanaman dihukum penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” kata AKP Amos.

Adapun bagi yang memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkoba golongan 2 diancam penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun. Adapun pemilik narkoba golongan 3, dihukum penjara minimal 2 tahun dan maksimal 7 tahun,” ungkapnya. (Ilmaddin Husain/Ra)

Comments

comments

Check Also

Buka Pelaksanaan Kelas Industri, Yamaha Donasi Engine ke 18 SMK di Sulbar

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Pembukaan pelaksanaan kelas industri Yamaha pada SMKN 1 Rangas, Mamuju. PT. Yamaha …

Adventorial