Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Friday , September 21 2018

Saat dipasungnya rasionalitas dan moralitas dalam politik

Setiap langkah yang ditempuh oleh seseorang dalam beberapa arah mesti
mengandung tujuan.Demikian pula halnya dalam setiap gerakan yang
terjadi dalam suatu peradaban sudah tentu memiliki tujuan yang ingin
dicapai.Setiap langkah yang bermanfaat dan setiap langkah yang
bertujuan ,pada dasarnya mencerminkan kekuatan penggerak dalam
dirinya,dengan kata lain tujuan merupakan pendorong utama bagi
diaktualisasikannya gerakan tersebut.Kendati tujuan,sebagai contoh
pertama,berperan sebagai energy atau spirit yang menggerakkan,namun
segera setelah sasaran diraih ia akan menyempurnakan sasaran tersebut
sekaligus mengakhirinya.Mungkin kutipan dari MUHAMMAD BAQIR AS H-SHADR
inilah yang kemudian mengilhami untuk memulai  dan mencoba
menyelami samudra dalam politik yang memasung nilai rasionalitas dan
moralitas dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Ketika memulai diskusi kecil ini,sangat sulit rasanya untuk berpikir bahwa
masih adakah rasionalitas dan moralitas dalam panggung politik saat
ini,atau saya sedang dalam sebuah pusaran khayalan yang tidak akan
mungkin bisa sampai pada realitas hakiki dari politik yang masih
mempunyai nilai?.Mungkin ada diantara segelintir orang yang mengatakan
bahwa ini adalah bentuk pesimis terhadap realitas dalam panggung
politik.tetapi inilah fakta bahwa kita sedang berada dalam sebuah
realitas semuh dari dunia politik yang sesungguhnya.
Bukan hal yang baru bahwa,panggung politik akan selalu ada dan
orang-orang akan selalu meramaikannya,ceritanya terkadang
membosankan,terkadang menyenangkan,kisahnya terkadang baik,terkadang
buruk,aktifitasnya terkadang menguntungkan,terkadang
merugikan,pengaruhnya terkadang menguasai segalanya dan terkadang
segalanya menguasainya.Itulah berbagai macam variable yang ada pada
politik,tetapi apapun itu tentunya kita semua berharap yang terbaik
dari tujuan setiap aktifitas termasuk aktifitas politik.Saat kita
semua menyaksikan fakta bahwa carut marutnya politik saat ini berakar
pada menguatnya pragmatisme kaum elite,dimana kita ketahui bersama ini
merupakan faham yang mendewakan kegunaan praktis atau asas manfaat.
Pragmatisme politik disini tidak lain adalah usaha untuk memenuhi
kekuasaan demi memenuhi kepentingan praktis para elite,yakni kemegahan
dan kemewahan pribadi dan kelompok.Dalam persfektif ini tentunya
politik akan kehilangan landasan spritualnya,dimana kita tahu bahwa ia
adalah sebagai seni untuk menciptakan kebaikan bersama (BONUM
COMMUNE).Agar bisa menciptakan kebaikan bersama tentunya politik
haruslah senantiasa terbingkai secara moral dan etis.ia semestinya
dilandaskan pada pertimbangan rasionalitas serta nilai-nilai kejujuran
kebenaran dan keadilan.
Ketika kita melihat rangkaian bentuk politik yang berada dalam alam
demokrasi dinegara kita,tentunya hal tersebut merupakan satu dari
sekian banyak upaya untuk memainkan perang penting demi tercapainya
tujuan yang dianggap ideal,namun ketika pemasungan rasionalitas dan
moralitas tetap dibumikan dan dijadikan sebagai sebuah cultur yang
absolute dalam dunia politik,maka hanya akan mengantarkan pada sebuah
tujuan yang semuh,jargon cinta rakyat kecil,orang miskin,tidak lebih
dari sebuah utopi jika para elite yang memperlakukan mereka ibarat
gerombolan pengemis yang pantas disogok dengan uang recehan.Sekedar bicara rasionalitas dalam panggung politik tentunya ini
merupakan hal penting dalam upaya membangun budaya nilai-nilai yang
kemudian selama ini tertutup rapi,namun persoalan itu hanya akan
kembali pada sebuah fakta bahwa itu bukan hal yang mudah,sebab ketika
kita sudah terbuai alur politik yang pragmatis,rasionalitas adalah
poin yang tertinggal dari sekian buruknya nilai dalam kanca politik.
Tetapi sejuta harapan yang kemudian semestinya kita tanamkan dalam
benak bahwa kesegaran dan kehangatan dari tujuan yang dianggap sebagai
penggerak dalam berpolitik untuk menata sesuatu yang lebih baik akibat
diluluh lantahkan oleh kafakuman nalar rasionalitas dalam berpolitik

Seorang filsuf eksistensialis ‘’KARL JASPER’’ mengatakan bahwa
Demokrasi hanya bisa bekerja dalam keadaan politik yang mengandalkan
daya pikir,dimana rasio merupakan kualitas yang wajib dimiliki oleh
setiap manusia sebagai daya pertimbangan dalam mengambil keputusan di
segala hal.Sebagai sebuah ungkapan sederhana serta mungkin tak berlebihan ketika
saya harus mengatakan bahwa sudah saatnya kita harus membangun budaya
politik yang sebenarnya,dimana kita semestinya membangun karakter
politik yang sehat,dan memprioritaskan ketajaman berpikir,kejujuran
kebenaran dan keadilan yang sudah terbingkai dalam sebuah rasionalitas
diatas kepentingan pribadi atau kelompok.

Akhirnya izinkan saya mengatakan bahwa tulisan ini bukanlah bentuk
kekecewaan terhadap politik yang semakin hari semakin menjuh dari
nilai-nilai,tetapi semoga ini bisa menjadi bahan lelucon bagi yang
sempat meluangkan waktunnya untuk membaca ataukah hanya terlintas
sesaat dimata.Sebab ini adalah hanyalah sekedar bentuk kejenuhan
dengan melihatnya politik yang memasung rasionalitas dan
moralitas..Mungkin tak ada ucapan yang pantas saya ucapkan selain
Syukur Alhamdu Lillah kepada Allah SWT atas semuah tumpahan pena ilmu
yang diberikan kepada kita semua dalam menciptakan sebuah karya yang terbaik.
(AD)

Comments

comments

Check Also

Resmi, KPU Mamuju Umumkan DCT Pileg 2019

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Mamuju resmi umumkan Daftar Calon Tetap (DCT) …

Adventorial