Wednesday , December 19 2018
Foto : Rapat kerja SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar rapat kerja di Gedung LEC, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/7/2018). Rapat kerja diselenggarakan dalam rangka menyusun program yang mendukung pencapaian jaminan mutu Sekolah Islam Athirah.

Rapat Kerja, SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bersinergi Capai Jaminan Mutu dan KPI

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Perencanaan (planning) program penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. Setelah perencanaan, tahapan selanjutnya adalah pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Sekaitan dengan itu, pimpinan dan guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga menggelar rapat kerja di Gedung LEC, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (09/07).

Rapat kerja yang bertajuk “Bersinergi untuk Mengoptimalkan Capaian Key Performance Indicator (KPI) dan Jaminan Mutu” ini diikuti pimpinan, para guru, asisten guru (teaching assistant), karyawan. Hadir dalam pembukaan rapat kerja, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril ST MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd, wakasek kurikulum Dr Bakry, wakasek sarana lingkungan Wardah SPd, wakasek kesiswaan dan keagamaan Abdul Azis SPd, dan guru lainnya.

Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril ST MPd menyampaikan motivasi kepada peserta raker. “Semoga teman-teman bisa bekerja dengan baik dan bisa kompak. Bisa amanah dan tanggungjawab. Ayo kita guru yang abid, alim, dan mujahid,” ungkapnya.

Peserta raker terbagi menjadi empat komisi, yakni komisi kesiswaan dan keagamaan, komisi kurikulum, komisi administrasi keuangan, dan komisi sarana lingkungan. Setiap komisi mengisi tabel draf program yang berisi nama program, tujuan, sasaran, target, waktu, biaya, dan sumber dana. Adapun komisi kesiswaan dan keagamaan membahas draf tata tertib siswa, seragam, penanganan siswa terlambat, ekstrakurikuler, kokurikuler, standar shalat, tahsin, tahfiz, dan tadabur Alquran. Setiap program bidang disesuaikan dengan 12 jaminan mutu lulusan.

Adapun 12 jaminan mutu lulusan Sekolah Islam Athirah diantaranya tartil membaca Alquran, hafalan Alquran bertambah minimal 1 juz, mampu menjadi imam shalat, dan melaksanakan sunah-sunah nabi. Selain itu, jaminan mutu lulusan Sekolah Islam Athirah memiliki rata-rata nilai rapor sebesar 80, memiliki kemampuan leadership, memiliki sikap toleran, dan memiliki karakter jujur, disiplin, dan santun. Jaminan mutu lainnya, mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris aktif, mampu mengolah data dengan computer, terampil menyusun dan mempresentasikan karya tulis ilmiah, dan diterima di perguruan tinggi favorit.

Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd mengemukakan, kebijakan strategis pimpinan unit tahun pelajaran 2018-2019 adalah mengoptimalkan tahapan capaian jaminan mutu yang telah ditetapkan dan disosialisasikan. Selain itu, memastikan seluruh program kegiatan unit adalah dalam rangka pencapaian visi misi dan motto Sekolah Islam Athirah. “Mengoptimalkan capaian key performance indicator (KPI) unit, mengoptimalkan impelementasi Jalan Kalla, mengawal impelementasi peraturan kepegawaian Sekolah Islam Athirah, dan mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan aman,” ujarnya.

Ihwal kebijakan operasional pimpinan, kata Ridwan, mengefektifkan pengawasan dan tata kelola administrasi sekolah dan mengefektifkan pengawasan dan tata kelola keuangan sekolah (uang kegiatan dan dana BOS). “Juga mengefektifkan pengawasan dan peningkatan kinerja guru dan karyawan serta mengawal implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) unit,” tutur Ridwan.

Administrasi sekolah, kata Ridwan, harus terdokumentasi. Dokumen itu, sebagai bahan akreditasi. Selain itu, dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru Sekolah Athirah hendaknya mengikuti SOP. “Kita lihat apa SOP pembelajaran. Kami akan mengawal impementasinya SOP. Apakah benar-benar sesuai dengan urutan-urutan pelaksanaan. Kalau bolak-balik, maka bukan SOP namanya,” tuturnya.

Pengembangan diri ditingkatkan melalui pelatihan dan melanjutkan kuliah. “Kami akan kontrol dan dampingi teman-teman dalam keterlaksanaan tugas dan tanggungjawab sebagai guru. Kalau ada kendala, komunikasikan pada kami sebagai pimpinan unit,” pungkasnya. (Ilmaddin Husain/Ra)

Check Also

Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019: Ekonom Mengapreasiasi Keberhasilan Pemerintah Kendalikan Inflasi

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Perkembangan inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin …