Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Friday , September 21 2018

POLITIK POPULISME

Oleh : udin Mandegar
(pemerhati sosial)

populisme adalah sebuah istilah dalam tafsir politik yang berpihak pada hak-hak dan kepentingan orang banyak, alih-alih pada elit dan pemerintahan.
sebagian besar gerakan politik diseluruh dunia mempromosikan cita-cita populis. hanya saja ketika digunakan untuk menggambarkan retorika politik individu atau partai politik, istilah ini sering membawa konotasi peyoratif dan dianggap “live service” yang hanya ditujukan untuk menyenangkan atau menarik simpati orang banyak tanpa pembuktian yang jelas.

tujuan kunci dari politik populisme adalah bahwa rakyat banyak harus memiliki kesempatan dan peran aktif dalam pemerintahan untuk menciptakan stabilitas politik yang dianggapnya dapat mempertahankan citra pemerintah dihadapan publik. gerakan-gerakan politik populisme umumnya membangun dikotomi antara rakyat dan elit. yakni setiap individu yang memiliki kekuatan terbatas dianggap sebagai rakyat serta elit dideskripsikan sebagai orang-orang yang memiliki pengaruh besar dengan jumlah sedikit sehingga dalam strukur sosial masyarakat miskin sering dijadikan sebagai komoditi politik dengan menjadikan kemiskinan sebagai isu utama dalam membangun citra politiknya dan terkadang peran aktif masyarakat didekasikan sebagai politik partisipatif untuk melanggengkan sebuah kekuasaan. selain itu, kaum elit biasanya dari kalangan orang kaya dan sering menggunakan kekayaannya untuk mempengaruhi sistem politik yang menguntungkan mereka.
populisme jika ditinjau dari defenisinya adalah kosa kata dalam ilmu sosial yang kurang tepat untuk untuk dijadikan jargon dalam membangun citra politik ditengah masyarakat karena akan merusak tatanan dan nilai-nilai sosial yangsudah terbangun ditengah kehidupan sosial kemasyarakatan. ketika digunakan untuk mlukiskqn gaya politik, istilah populis sering kali dianggap celaan, tapi seiring dengan makin meluasnya demokrasi maka peluang politik populisme pun mulai tumbuh untuk mengeksploitasi kesenjangan antara teori dan praktek demokrasi.

ada ketegangan tak terhindarkan antara demokrasi sebagai bentuk negara dan prinsip legitimasi demokrasi yakni kedaulatan rakyat. dimana kaum populis menggalang dukungan melalui institusi-institusi yang diwakilinya. mereka memanfaatkan kerancuan makna kata rakyat yang sering kali diperhadapkan dengan kelompok elit dan kaya. karena itu politik populisme biasanya merasa bahwa pemerintah justru melindungi kepentingan elit dan kurang memperhatikan kebutuhan rakyat biasa.

orang-orang yang mendukung politik populisme dikenal mendorong pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk bekerja agar memberikan kebaikan terbesar pada masyarakat banyak. hanya saja gerakan-gerakan populis bagaimanapun juga sering menolak kebijakan seperti bantuan kesehatan yang disponsori pemerintah meskipun kebijakan itu dirancang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

sebagian orang kadang menggunakan istilah populisme untuk mengekspresikan protes publik atas semua peristiwa politik. populisme sering dipergunakan untuk mengkritisi kebaikan yang seakan-akan berpihak kepada rakyat banyak tanpa memberikan manfaatnya pada kepentingan umum. karena politikus cenderung pada gaya politik yang tidak relevan dengan kebutuhan publik maka sangat mungkin politik populisme dikaitkan dengan fasisme. ********

Comments

comments

Check Also

Resmi, KPU Mamuju Umumkan DCT Pileg 2019

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Mamuju resmi umumkan Daftar Calon Tetap (DCT) …

Adventorial