Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Friday , September 21 2018

POLITIK KONSERVATIF

oleh : Udin Mandegar
(Pemerhati Sosial)

Politik dan Kekuasaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan walaupun dalam pandangan akademik dimana keduanya memiliki pengertian yang berbeda tapi dalam fakta sosialnya politik bukan lagi dibedakan dalam pengertiannya tetapi keduanya saling berhubungan karena aktualisasi dari politik adalah suatu jalan meraih kekuasaan karena itulah para pelaku politik lebih cenderung membincangkan kekuatan dukungan dari pemilih dan dukungan Partai Politik dan bukan soal apakah visi-misinya berkesesuaian dengan keberlanjutan pembangunan hal itu bukan menjadi prioritas utama.

itulah yang membedakan tafsir politik dalam ruang akademik jika dibandingkan dengan politik dalam pandangan pelaku politik. akademik tentu saja membangun gagasan teoritik politik sementara pelaku politik menguatkan pengaruh dihadapan konstituen mereka untuk mendapatkan kekuasaan.

harapan atau cita-cita ideal politik dalam kajian akademik menginginkan adanya sinergi antara kekuasaan pasca perhelatan politik tentang cita-cita ideal masyarakat menyangkut kesejahteraan. dalam fakta politik cita-cita itu adalah jualan politik yang terkadang usang saat berkuasa dan tidak sedikit dari penguasa yang mampu mewujudkan cita-cita itu.

namun terlepas dari cerita ideal kekuasaan dan politik bahwa sejak dahulu politik menjadi perekat berbagai kepentingan publik dengan calon penguasa secara periodik dan aspek kepentingan yang paling mendasar adalah kebutuhan ekonomi yang mungkin saja dalam pandangan kaum idealis ini adalah hal yang sangat pragmatis tetapi gagasan pragmatis dalam pandangan politik konservatif berpandangan bahwa pragmatisme adalah wacana subjektif yang tidak memiliki hubungan dengan fakta politik.

berbeda dengan politik progresif yang melihat pemerintahan dan manusia dari sudut pandang rasional. sementara konservatif mengacu pada praktik yang telah teruji pada masa lalu untuk mendukung cara pandang mereka. secara umum politik konservatif mendukung keberlanjutan nilai dan lembaga tradional dan biasanya politk konservatif biasanya dibagi menjadi beberapa kategori lain yang lebih spesipik, seperti konservatisme sosial, fiskal dan agama namun pendukung politik konservatif ini umumnya puas dengan status quo dalam pemerintahan. lebih jauh sebagian diantaranya bahkan mungkin mendukung kebijakan regresif.

meskipun sebagian kaum konservatisme mungkin mendukung ide revolusioner seperti kesetaraan gender dan mereka enggan menggunakan langkah-langkah radikal untuk mewujudkan kesetaraan tersebut. namun berangkat dari ideologi politik konservatif yang anti perubahan dan anti ktitik maka sangat sulit menemukan nilai idealnya.

kisruh antara politik progresif dengan penganut politik konservatif memang tidak dapat dihindari karena esensi keduanya sangat berbeda. penganut politik progresif lebih cenderung demokratis dan mengedepankan persamaan hak dihadapan publik. sedangkan penganut politik konservatif lebih cenderung mengakomodir kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok yang dianggap memiliki kontribusi dalam sistem politik yang dia bangun dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak.

dalam pandangan kaum progresif, politik adalah jalan untuk menciptakan kebajikan-kebajikan sosial sedangkan politik konservatif menganggap bahwa politik tidak lebih sebagai modal sosial untuk menciptakan dan meraih kekuasaan dan melegitimasi segala kepentingan-kepentingan pragmatis sehingga jika kita mencari titik temunya akan sangat sulit menemukannya tapi justru akan selalu berhadap-hadapan antara keduanya, tentu saja penulis tidak mengajak khalayak untuk membenarkan politik konservatif tetapi fakta politik saat ini sangat konservatif sehinnga sangat memungkinkan kita untuk membedakan cara pandang untuk membedakan kedua klan politik tersebut.
inilah realitas politik yang harus kita hadapi, tergantung memilih aliran politik seperti apa yang jelaslah manusia adalah makhluk yang merdeka dalam menentukan ideologi politiknya. *

Comments

comments

Check Also

Gerakan Mahasiswa Daerah Diluar Daerah.

Oleh : Hairil Amri Ketua Umum IKAMA Sulawesi Barat Yogyakarta (2017-2019) OPINI, kandoranews.com – Sebaiknya kita tidak …

Adventorial