Tuesday , March 19 2019

Polemik Unsulbar,Aksan Djalaluddin Angkat Bicara.

KandoraNews.com

Post : Riadi Syam.

Majene – Polemik yang terjadi disalah satu perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Barat yakni Universitas Sulawesi Barat masih saja terus bergulir.

Sekitar 40 orang Mahasiswa dan pemuda pemerhati pendidikan minggu kemarin kembali menyambangi kantor DPRD Komisi III kabupaten majene dan memohon kepada DPRD selaku perwakilan rakyat yang menaungi pendidikan untuk difasilitasi supaya mahasiswa tersebut bisa diakomodir oleh Rektor Unsulbar Dr. Aksan Djalaluddin.

Menanggapi hal tersebut Rektor Universitas Sulawesi Barat Dr. Aksan Djalaluddin mengatakan,mahasiswa yang menghadap di DPRD kabupaten Majene tidak ada urusan saya dengan mereka sehingga kami tidak mau bertanggung jawab atas masalah yang mereka alami saat ini, karena jauh-jauh hari sebelumnya saya Selaku rektor unsulbar yang di lantik oleh mentri pendidikan dan kebudayaan sudah berkali-kali mengeluarkan maklumat dan mengajak mahasiswa yang salah jalur atau terlantar tersebut secepatnya bergabung di Unsulbar yang kami pimpin.

Dirinya mempertegas bahwa Universitas yang kami jalankan saat ini sudah sangat jelas sehingga kami dapat dua kali melakukan Wisuda penyelesaian mahasiswa yaitu tabun 2014  desember dan 2015, jadi saya selaku rektor yang resmi diakui dipusat tetap akan menjalankan tugas saya dan akan mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di universitas sulawesi barat. Kemudian saya himbaukan kepada mahasiswa angkatan 2009-2015 kecuali 2013 agar secepatnya mengurus kelengkapan administrasi jika ingin kembali melakukan proses perkuliahan di universitas sulawesi barat.

Selaku rektor saya sangat prihatin dan kasihan kepada mahasiswa angkatan 2008 yang terlantar dan tidak bisa kami akomodir sebab sudah ada aturan universitas yang mengikatnya,”terang Aksan Djalaluddin.

Aksan Djalaluddin menambahkan,jika mahasiswa angkatan 2008 merasa dirugikan karena kami tidak bisa menerimanya sebagai mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi yang kami jalankan saat ini, maka saya bermohon agar jangan kami selalu disoroti dan diganggu dalam menjalankan tugas selaku pengurus perguruan tinggi, sebab bukan kami yang membuat mahasiswa terlantar seperti itu, tetapi yang membuat mahasiswa terlantar itu adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, jadi silahkan tuntut oknum yang tidak bertanggung jawab itu karena dialah yang memropokasi mahasiswa dan dia juga yang mengambil Uang pembayaran SPP mahasiswa selama ini.

kalau perlu mahasiswa yang sudah merasa terlantar, korban dan dirugikan serta ditipu silahkan tuntut dan laporkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu ke pihak berwenang atau kepolisian. dan kita berharap banyak agar DPRD komisi III dan Komisis I tidak sewenah-wenah menyalahkan Rektor Universitas Sulawesi Barat sebab rektor hanya menjalankan aturan yang ada,”urai Aksan.

Dan yang perlu kami sampaikan bahwa DPRD sebagai perwakilan Rakyat harus propesional dan memahami lebih detail aturan dan mekanisme yang berlaku di universitas sebelum mengkritik. Kunci Dr.Aksan Djalaluddin.

(AD/RA).

 

Check Also

Konsisten Mempermudah Izin Berusaha Lewat Aplikasi

MANADO, KANDORANEWS.com – Sistem Online Single Submission (OSS) sudah berjalan selama empat bulan sejak diluncurkan …