Wednesday , December 19 2018
Foto : Beberapa Perwakilan Aliansi Pemuda Botteng saat Berdialog dengan Satker PUPR, Selasa (04/12/2018).

Nilai Pemkab Tak Serius Tangani Sampah, Aliansi Pemuda Botteng Ancam Tutup TPA

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Aliansi Pemuda Botteng nilai pemkab Mamuju tak serius dan diduga lakukan pembohongan publik terkait penanganan sampah di TPA Desa Botteng Utara, Kabupaten Mamuju, Selasa (04/12/2018).

Hal tersebut disampaikan setelah beberapa waktu lalu Aliansi Pemuda Botteng bersama sejumlah warga Desa Botteng Utara melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD kabupaten Mamuju menuntut keseriusan pemerintah daerah kabupaten Mamuju dalam penanganan pengolahan sampah di TPA desa Botteng Utara.

“Kami menduga pemkab lakukan pembohongan publik. Beberapa waktu lalu, Bupati Mamuju dan Kepala dinas DLHK mengatakan belum ada mesin pengolahan, tapi setelah kami cek di Satker PUPR, ternyata mesin itu sudah ada tapi belum dioperasikan,” ungkap Lukman Silobo, koordinator Aliansi Pemuda Botteng.

Lukman Silobo juga menyampaikan poin tuntutan mereka diantaranya meminta pemkab Mamuju memberikan penanganan dini untuk mengurangi dampak pemcemaran sampah yang ada di TPA.

Pemkab harus segera mengoperasikan mesin pengolahan sampah seperti mesin pencacah yang sudah ada. Meminta Pemkab Mamuju menerapkan SOP dalam pengolahan sampah serta mengubah jadwal pengkutan sampah dari siang hari ke malam hari.

Lukman Silobo menyesalkan lambatnya Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan tersebut, sementara masyarakat Botteng Utara sudah semakin resah dengan bau busuk yang disebkan TPA yang tidak dikelolah dengan baik.

Tak hanya itu, selain bau busuk yang mengganggu pemikiman warga, sampah ini juga sudah mulai mencemari sungai yang ada diarea tersebut. Sehingga pihaknya menegaskan akan menutup TPA ini jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan.

“Kalau tuntutan kami ini tidak diindahkan, maka kami Aliansi Pemuda Botteng bersama dengan masyarakat desa Botteng Utara akan menutup TPA tersebut, dan menahan setiap mobil sampah yang mengangkut sampah ke TPA yang dimaksud,” tegas Lukman.

Sementara itu, Mahyuni Koordinator Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) Satker PUPR membenarkan bahwa telah ada mesin pencacah sampah, namun hingga saat ini belum diserahterimakan kepihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju karena terkendala pada proses administrasinya.

“Setau saya mesin itu sudah ada, namun memang belum diserahterimakan sebab prosesnya panjang, harus kepusat dulu,” terang Mahyuni.

Soal keberadaan mesin tersebut, Mahyuni menyebutkan bahwa pihaknya akan mengecek terlebih dahulu keberadaan mesin tersebut, sebab pada saat pengadaan mesin pencacah ini, langsung dibawah ke TPS (Tempat Pengolahan Sampah) yang ada di Mamuju.

“Saya kira tidak ada masalah apakah mesin itu sudah diserahterimakan atau belum, yang jelas kalau sudah ada yah sebaiknya difungsikan,” lanjut Mahyuni Koordinator Sanimas Satker PUPR.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas DLHK Muh. Ali Rachman saat dimintai tanggapan menyebutkan bahwa pihaknya belum tahu soal keberadaan mesin pencacah yang dimaksud.

“Sepengetahuan saya, soal mesin pencacah itu belum pernah diserahterimakan. Kalau memang ada, kenapa kami tidak fungsikan,” tegas Ali Rachman.

Soal pengolahan sampah dan tuntutan Aliasi Pemuda Botteng ini, Ali Rachman mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju masih kesulitan dalam hal pendanaan untuk pengadaan mesin yang dimaksud, sebab harganya tidak murah.

“Kalau untuk pengadaan mesin yang teman-teman maksud, kita masih kesulitan dari pendanaan, sebab itu harganya tidak murah,” ungkap Ali Rachman.

Meski demikian, pihaknya berjanji akan terus melakukan upaya maksimal dalam menangani persoalan sampah ini. Seperti dengan menyediakan kontainer sampah disetiap kelurahan.

“Kami sudah rencanakan untuk tahun 2019 mendatang, sampah yang dibawah ke TPA akan dilakukan pemilahan terlebih dahulu, sehingga akan dipisahkan mana sampah yang bisa dibawa ke TPA dan mana yang tidak. Selain itu, kami juga akan menyediakan kontainer sampah disetiap kelurahan untuk memilah sampah,” demikian Ali Rachman. (*/Ra)

Check Also

Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019: Ekonom Mengapreasiasi Keberhasilan Pemerintah Kendalikan Inflasi

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Perkembangan inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin …