Tuesday , July 17 2018

Membincang Ziarah Kubur bagian I

Oleh :Riadi Syam

(Mahasiswa Fak Hukum Unika Mamuju)

Ada hal yang menarik untuk kembali kita kupas dan dapat menjadi bahan perbincangan yakni terkait persoalan apakah ZIARAH KUBUR dibolehkan atau tidak ?,sebenarnya topik ini sudah lama menjadi perdebatan dan bahkan tidak jarang menjadi sebuah jurang pemisah antara satu kelompok dengan yang lain.Namun dipandang perlu untuk diangkat kembali karena melihat  tidak adanya sebuah titik temu untuk menyelesaiakan hal ini,sehingga berefek dimana terjadi saling kafir mengkafirkan antara sesama penganut ajaran agama,dalam hal ini Islam.

Bukan lagi milik Islam tertentu ketika syirik dan perbuatan kafir (berkenaan dengan perbuatan)adalah merupakan hal yang harus dihindari dan dijauhi,semua kelompok dalam islam akan merasa marah ketika nilai keislaman dan keimanannya dikotori dengan sebuah nista kesyirikan dan kekafiran.Sehingga kita dituntut untuk senantiasa aktif dalam melakukan sebuah wisata pengetahuan terhadap tradisi amaliah yang selama ini dilakukan oleh orang-orang tua kita yang ada di tanah Mandar ini,termasuk ZIARAH KUBUR yang terkadang dinilai oleh beberapa oknum tertentu bahwa itu adalah perbuatan syirik dan kafir.Adalah perlu kita pahami bersama bahwa dalam menerima dan melanggengkan amaliah terkhusus dalam islam dibutuhkan sebuah daya kritis (selektif) dan harus senantiasa bertumpuh pada sebuah ilmu yang berlandaskan burhan-burhan rasionalitas.Sehingga dengan hal tersebut kita akan menjadi orang yang ikhlas serta takut dengan berbagai macam bentuk penyimpangan yang melahirkan dosa,atau singkat kata ” takut berbuat dosa”

Membincang soal ZIARAH KUBUR adalah merupakan sebuah topik yang cukup menarik bagi penulis,dimana hal ini yang telah menjadi tradisi ditanah mandar terkhusus didalam keluarga kecil penulis,tetapi perlu kita ketahui bahwa masih ada terdapat beberapa kelompok yang menentang hal tersebut dengan berbagai dalih yang tentunya menurut penulis tentunya kurang ilmiah dan cenderung emosional.Sekedar mengutip pandangan para Imam seperti imam AL QURTUBI bahwa dengan ZIARAH KUBUR maka akan mampu mengobati dan menundukkan tiga penyakit kerasnya hati pada manusia,yakni mengingat mati ,menyaksikan orang yang sedang sakratul maut,dan ZIARAH KUBUR,(mengenang serta mendoakan orang orang yang telah mati,terkait amalan yang dilakukan dimasa hidupnya).

Ada sebuah kebiasaan serta telah menjadi sebuah amalan yang senantiasa penulis geluti saat ini yakni,senantiasa berkunjung atau berziarah ke makam para guru besar, seperti makam KH.MUHAMMAD THOHIR atau lebih dikenal sebagai Imam Lapeo yang ada disala satu daerah Sulawesi Barat,Kecamatan Campa Lagian Kabupaten Polman,diman begitu banyak kebaikan yang semasa hidup beliau lakukan,sehingga bukan hal yang kliru ketika banyak orang yang mendatangi makamnya untuk mendoakan serta mengambil berkah kebaikan yang telah ditebarkan dimasa hidupnya,mengirimkan lantunan doa pada orang yang memiliki akhlak mulia yang semestinya menjadi panutan,dan sekaligus doa yang dikirimkan kepadanya sebagai ucapan terima kasih atas semua perjuangan para waliulla (wakil Allah)di tiap tiap penjuru dunia ini.

Selain itu begitu banyak hadist yang nabi yang menganjurkan untuk ZIARAH KUBUR yaitu:
• حدثنا زبيد بن الحارث عن محارب بن دثار عن بن بريدة عن أبيه قال قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم إني كنت نهيتكم عن ثلاث عن زيارة القبور
فزوروها ولتزدكم زيارتها خيرا …. (رواه النسائى )
• و حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب أنبأ محمد بن عبد الله بن عبد الحكم
أنبأ ابن وهب أخبرني ابن جريج عن أيوب بن هانىء عن مسروق بن الأجدع عن
عبد الله بن مسعود : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : إني كنت
نهيتكم عن زيارة القبور و أكل لحوم الأضاحي فوق ثلاث و عن نبيذ الأوعية
ألا فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا و تذكر الآخرة …. (رواه الحاكم )
• حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ
أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ هَانِئٍ عَنْ مَسْرُوقِ
بْنِ الأَجْدَعِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله
عليه وسلم- قَالَ « كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ
فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِى الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ
الآخِرَةَ ». (رواه ابن ماجه )
• حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنِ
ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ : خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ
-صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً وَنَحْنُ مَعَهُ
قَرِيبًا مِنْ أَلْفِ رَاكِبٍ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ
أَقْبَلَ عَلَيْنَا وَعَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ فَقَامَ إِلَيْهِ عُمَرُ
رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ فَفَدَاهُ بِالأَبِ وَالأُمِّ وَقَالَ لَهُ : مَا
لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ :« إِنِّى اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى
اسْتِغْفَارِى لأُمِّى فَلَمْ يَأْذَنْ لِى فَبَكَيْتُ لَهَا رَحْمَةً
مِنَ النَّارِ ، وَإِنِّى كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ
فَزُورُوهَا ، وَكُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِىِّ أَنْ
تُمْسِكُوهَا فَوْقَ ثَلاَثٍ فَكُلُوا وَأَمْسِكُوا مَا بَدَا لَكُمْ ،
وَكُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنِ الشُّرْبِ فِى الأَوْعِيَةِ فَاشْرَبُوا فِى
أَىِّ وِعَاءٍ شِئْتُمْ وَلاَ تَشْرَبُوا مُسْكِرًا ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ
فِى الصَّحِيحِ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَحْيَى عَنْ زُهَيْرٍ دُونَ قِصَّةِ
أُمِّهِ. (رواه البيهقي )

Dari hadis hadis diatas tentu masih butuh telaah khusus bagi kita semua termasuk penulis untuk senantiasa menggalih sumber imformasi yang jelas serta objektivitas pengetahuan.Akhirnya penulis hanya mampu mengucapkan kata bahwa setiap orang yang memiliki kebaikan dimasa hidupnya,adalah wajib bagi kita mengenang serta meneruskan perjuangannya.

Wallahu A’lam Bissawab.

Comments

comments

Check Also

Peserta Takbir Keliling Tahun Ini Alami Peningkatan

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Kegiatan Pawai Takbir yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mamuju yang bekerja sama dengan …

Adventorial