Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Friday , September 21 2018

Membincang Ziarah Kubur Bagian Ke II

Oleh : Riadi Syam

(Mahasiswa Fak Hukum Unika)

Pada awal tulisan kami tentang Membincang Ziarah Kubur Bagian I penulis mengatakan bahwa bukan lagi milik islam tertentu ketika syirik dan perbuatan kafir (berkenaan dengan perbuatan)adalah merupakan hal yang harus dihindari dan dijauhi,tentu bukan tampa sebab,dikarenakan konsepsi tauhid yang kemudian selama ini didengungkan oleh para nabi serta para waliullah adalah merupakan sebuah barometer ber Islamnya seseorang atau hanya sekedar pengaukuan lisan saja.Ketika kita mencoba menyelami amaliah yang selama ini mengakar dalam kehidupan para pendahulu kita yang ada ditanah mandar ini yang berkaitan dengan Ziarah Kubur tentu akan melahirkan sebuah pertanyaan dimana apakah hal ini merupakan sebuah amaliah yang keluar dari rel agama yang tidak memiliki makna tersendiri ataukah ada hikmah yang terkandung didalamnya.

mengutip pendapat Muh Ridho Burhani terkait Hikmah Ziarah Kubur beliau mengatakan bahwa, Beberapa hal yang berhubungan tentang ziarah kubur.Tidak sedikit hadits Nabi SAW menunjukkan sunnahnya melakukan ziarah kubur. Diantaranya dlm sebuah hadits Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya dari Nabi SAW.

Disebutkan bahwa beliau bersabda:
“Sesungguhnya dahulu aku pernah melarang kalian menziarahi kubur
Sesungguhnya telah di izinkan bagi Muhammad dalam ziarah kubur ibunya.
karena itu,berziarah kubur itu dapat mengingatkan tentang Akhirat”.Dalam hadits lain dikatakan
“Barang siapa menziarahi kuburku,pasti mendapat syafaatku”
Tentu yg dimaksud disini adalah orang yg menziarahi beliau dengan adab dan tata cara yg sebenarnya.

Ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa dalam setiap aktivitas yang kita lakukan tentu bukan tampa tujuan,sama halnya ketika setiap amaliah yang dilaksanakan seperti Ziarah Kubur tentu memiliki tujuan tertentu serta makna tersendiri,Bagi kami Ziarah Kubur akan mengantarkan kita pada mengingat akhirat,merefleksi semua bentuk perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama ketika kita melakukan Ziarah sebab ditulah kita akan disadarkan bahwa setiap manusia pasti akan berpindah alam dalam hal ini meninggalkan dunia yang rendah ini.

Bahkan ada  orang yang berziarah dengan tujuan untuk mendo’akan penghuni kubur ini juga disunnahkan,karena ada hadits yg di Riwayatkan oleh Abi Hurairah RA
“Sesungguhnya Nabi SAW datang kekubur lalu beliau mengucapkan Assalamu ‘alaikum dara qaumin mu’minin,wa inna insya allahu bikum lahiqun
{Kesejahteraan semoga terlempah kepada kalian,penghuni negeri kaum mukminin,dan kami insya Allah akan menyusul kalian}”

Terkadang org melakukan ziarah kubur karena ingin mengambil berkah dari ahli kubur
Seperti pada kubur para Nabi,wali,ulama,dan orang orang shalih
Itu juga dibolehkan,bahkan sesuatu yang baik.sebab semasa hidupnya telah banyak kebaikan-kebaikan yang ditanamkan.

Imam Al-Ghajali RA,mengatakan tiap-tiap org yg dapat diambil keberkahannya pada masa hidupnya,boleh pula diambil keberkahannya sesudah matinya dengan menziarahinya.

Dari beberapa hadis-hadis nabi yang kemudian menjadi landasan untuk tetap menghidupkan Ziarah Kubur termasuk pada Makam para Waliullah,Ulama serta orang-orang yang memiliki amalan yang baik semasa hidupnya tentu sudah cukup refresentatif dalam mengkanter isu-isu pengkafiran yang keluar dari pemikir yang hanya bertaqlid buta tampa mengetahui lebih jauh persoalan serat hakikat setiap amalan-amalan yang dilakukan.

Bagi penulis begitu banyak hikmah yang dapat dipetik dari berziarah kubur termasuk para makam para nabi,Waliullah,ulama yakni orang yang berada dalam kuburpun akan merasa senang ketika ada yang menziarahi,sekiranya dapat diilustrasikan bahwa ketika dalam satu bulan lamanya kita tidak dikunjungi oleh orang-orang terdekat kita,maka kiita akan merasakan hal yang kurang menyenangkan,maka seperti itu pulalah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang telah mati,dimana dalam sebuah hadist dikatakan bahwa ”Tidaklah seorang menziarahi kubur saudaranya {saudara sesama muslim } dan ia duduk disisinya,melainkan mayit itu mendapat kesenangan dan ia menjawabnya hingga yang berziarah itu berdiri”

Dari beberapa telaah yang kemudian penulis sampaikan terkait persoalan Ziarah Kubur,tentu masih akan melahirkan segudang pertanyaan bagi pembaca,sehingga kami hanya dapat mengatakan bahwa sesungguhnya mereka tidaklah mati,namun mereka hanyalah berpindah alam,sehingga mari kita mendoakan para Nabi-Nabi,Waliullah,Ulama yang memiliki kontribusi terhadap Islam.

Akhirnya penulis mengajak para pembaca yang budiman untuk mengirimkan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAWW,keluarga serta para Sahabat yang setia mendampingi beliau dalam perjuangannya membawa Islam mengibarkan panji kemenangannya,dan tak lupa mari kita kirimkan Alfatiha kepada Andang Gurutta KH.Muhammad Thohir (Imam Lapeo)termasuk para Muridnya yang kemudian belum bisa kami sampaikan lewat tulisan ini.

Saran serta kritikan yang sifatnya Konstruktif dapat dikirim melalui Email penulis : Adhi.toteles@gmail.com

Comments

comments

Check Also

Tingkatkan Ilmu, Mubalig LDII Ikuti Pengajian se-Sulselbar

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Islam merupakan agama dakwah. Islam mengajak umat manusia pada kebaikan, menjauhi kemungkaran, …

Adventorial