Thursday , March 21 2019

Masih Harus Beli, Pasien Pertanyakan Stok Obat RSUD

MAMUJU, kandoranews.com – Keseriusan pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kembali dipertanyakan, kali ini salah seorang pasien mempertanyakan stok obat yang ada di RSUD kabupaten Mamuju setelah beberapa kali berobat tepi masih harus membeli tambahan obat di apotik luar rumah sakit.

Adalah Firdaus (58) yang sehari-harinya bekerja sebagai petani disalah satu daerah pelosok di Botteng desa Salletto yang akhir-akhir ini rutin berobat ke RSUD lantaran penyakit yang dideritanya.

Firdaus yang juga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan ini mulai mengeluhkan pelayanan RSUD khususnya soal ketersediaan obat yang selalu kurang, setidaknya kata Firdaus dirinya telah berobat sebanyak 7 kali di rumah sakit yang sama, namun sayangnya belum pernah sekali pun obat yang diresepkan dokter dapat diberikan di opotik Rumah Sakit.

“Saya rutin berobat pak disini, setidaknya sudah 7 kali tapi sampai sekarang masih harus beli obat diluar, apa memang stok obat disini habis ?,” ungkat Firdaus kepada kandoranews.

Menanggapi hal tersebut, dr. Acong Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Mamuju menjelaskan bahwa masalah obat yang dialami oleh pasien tersebut bukan karena kesengajaan.

dr. Acong menjelaskan, perlu diketahui bahwa pihak RSUD telah menyusun obat berdasarkan formularium nasional yang merupakan daftar obat dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Selain itu, ada juga formularium Rumah Sakit yang disusun berdasarkan kebutuhan Rumah Sakit. Ketika ada obat yang kosong dan harus beli diluar, itu disebabkan karena penggunaan obat tersebut telah melebihi target yang disusun dalam pengadaan obat di RSUD.

“Dalam setiap tahunnya kami menyusun obat untuk pemakaian 12 bulan ditambah dengan persediaan 4 bulan kedepan, artinya dalam setahun kami punya stok obat untuk pemakaian 16 bulan. Kalau ada obat yang habis di apotik kami itu mungkin dikarenakan penggunaan obat yang sudah melampaui persediaan kami,” terang dr. Acong

Pihaknya berjanji sesuai dengan mekanisme yang ada bahwa bagi setiap peserta BPJS Kesehatan yang membeli obat diluar rumah sakit akan digantikan dengan melampirkan kwitansi pembelian obat tersebut beserta surat jaminan dari BPJS Kesehatan.

“Bagi peserta BPJS yang masih beli obat diluar, kami akan gantikan uangnya dengan menyetor kwitansi pembelian obat dan juga bukti jaminan dari BPJS,” demikian dr. Acong (Ra/Fa)

Check Also

LDII Ikuti Diskusi Pola Hidup Halal BPJPH-MUI Sulsel

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia bekerjasama dengan Bidang Informasi …