Thursday , March 21 2019

Lestarikan Budaya, Pemkab Mamuju Akan Bentuk “Desa Adat”

MAMUJU, kandoranews.com – Defenisi atau istilah tentang “Masyarakat Adat” dari waktu ke waktu telah mengalami perubahan dan mengundang perdebatan dikalangan para pakar dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Tak heran jika banyak istilah yang dilekatkan pada masyarakat yang masih tunduk dan patuh terhadap tertib sosial dengan berbagai kekhasan-nya sendiri, misalnya masyarakat suku, masyarakat asli, masyarakat tradisional, masyarakat lokal, masyarakat adat hingga masyarakat hukum adat.

Kegiatan  yang berlangsung di ngalo rock cafe, (27/10) yang bertemakan “Masyarakat Adat” merupakan kerjasama dari perkumpulan PAHAM yang tergabung dalam konsorsium perhutanan sosial sebagai mitra MCA-Indonesia, khususnya dalam isu pengakuan dan perlindungan hukum adat, telah melibatkan Pemerintah Daerah Anggota DPRD dan para tokoh masyarakat, dalam pandangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju dalam hal ini Wakil Bupati Mamuju H. Irwan SP Pababari, mengenai Masyarakat Adat mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini serta  ingin mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di daerah ini.

“Selaku Pemerintah Daerah kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, kegiatan semacam ini hampir tidak pernah lagi ditemukan, sementara penggiat-penggiat sosial budaya sekarang ini amat kurang. Pada kegiatan ini walaupun sifatnya hanya pada skala kecil dan hanya diundang beberapa orang secara personal untuk bisa berdiskusi bersama, tetapi insyaallah kegiatan ini punya manfaat yang besar, dan kita bisa memetik hikmah, dari sekian banyaknya masukan-masukan diskusi yang akan kita laksanakan bersama-sama”. Ungkapnya

Irwan juga menambahkan bahwa selaku pemerintah juga menyadari pentingnya dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, sehingga dalam Visi dan Misi kami memasukkan poin-poin itu, dan sampai kemarin, dalam penyusunan RPJM melalui Bappeda, kami telah memasukkan beberapa poin-poin tentang masyarakat adat ini, sampai kita menterjemahkan akan mengikutkan sebuah desa yaitu desa adat, sesuai dengan persepsi dan pandangan kami yang ada disini. Tambahnya

Lanjut mengatakan, disisi lain nilai-nilai budaya tersebut sepatutnya kita menjaga dan melestarikan, sehingga nilai-nilai tersebut dapat terus eksis, kenapa karena keberhasilan suatu bangsa, suku, daerah, itu terletak dari karakter dari bangsa, suku atau daerah itu sendiri, dan karakter inilah yang harus kita diskusikan bersama sebab ini merupakan ciri khas, atau keunikan dari kelompok yang ada, dan kemudian inilah yang menjadi nilai-nilai  dalam hidup dan kehidupan yang berlangsung secara terus menerus, mulai dari dulu hingga sekarang dan yang akan datang.

Sementara itu Ado Masud yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Menilai bahwa, masyarakat adat merupakan komunitas yang menjaga nilai-nilai budaya hingga turun temurun, yang memiliki hukum adat.

“Masyarakat adat ini telah memiliki identitas yang dari dulu secara turun temurun, dan interaksi hidupnya ada dalam tatanan sosial kita, sehingga masyarakat adat juga memiliki hukum adat, serta truktur adat, dan ini merupakan salah satu identitas masyarakat adat, dan dalam konteks regulasi dalam melihat pengakuan masyarakat adat di hukum positif itu telah tertuang dalam undang-undang agraria no. 4 tahun 1999, bahwa masyarakat adat itu mempunyai hak wilayah terhadap dinamika kehidupan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasarnya.” Tutup Ado. (ra/fa)

HMS-Syaifuddin

Check Also

LDII Ikuti Diskusi Pola Hidup Halal BPJPH-MUI Sulsel

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia bekerjasama dengan Bidang Informasi …