Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tuesday , October 16 2018

Lanjutan Sidang PHP Gubernur Sulbar Hadirkan Enam belas Orang Saksi

JAKARTA, kandoranews.com – Lanjutan sidang pembuktian perselisihan hasil pemilihan (PHP) Gubernur Sulawesi Barat kembali digelar di Mahkamah Konstitusi pada jumat (7/4) dengan menghadirkan enambelas saksi yakni lima saksi pemohon dan enam saksi termohon serta lima saksi dari pihak terkait.

Sidang dengan nomor perkara 13/PHP. GUB-XV/2017 yang digelar di gedung Mahkamah Konstitusi ini membahas berbagai persoalan dugaan pelanggaran pilkada mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih terdapat indikasi NIK ganda, dugaan penggelembungan suara sampai pada keganjilan penggunaan Surat keterangan (Suket).

Salah satu saksi pemohon, Abdul Wahab Abdy yang juga sebagai Sekretaris Tim Pemenangan menuturkan soal hasil rekapitulasi penghitungan suara dan berbagai masalah yang terjadi di tingkat Kabupaten.

“Ada masalah pada waktu penetapan Daftar Pemilih Sementara, ada pemilih potensial non e-KTP yang berjumlah 109.166 suara. Selanjutnya dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap sudah tidak bisa tergambarkan berapa banyak pemilih potensial non e-KTP,” terang Wahab.

Abdul Wahab menegaskan bahwa ketika KPU menetapkan DPT, masih terdapat indikasi NIK ganda. Penetapan tersebut dilakukan pada tanggal 16 Desember 2016 lalu.

“Ketika itu kami masih sempat mempertanyakan kepada KPU sebelum DPT itu ditetapkan. Karena kami mengindikasikan bahwa dalam DPT terdapat NIK ganda. Sampai akhirnya kami mengatakan kepada KPU, apabila penetapan DPT dilanjutkan, siapa yang bertanggung jawab dengan NIK ganda tersebut? Akhirnya kami tidak ikut tanda tangan dalam penetapan DPT tersebut,” papar Abdul wahab di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Ketua MK Arief Hidayat.

Seperti dikutip pada laman http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/ beberapa saksi lain juga menuturkan hal yang sama.

Muhammad Nur Alam yang berprofesi sebagai petugas linmas pada saat Pilkada Sulbar di Polewali Mandar menjelaskan ketika bertugas di luar area TPS, ia menangkap seorang pemilih yang melakukan dua kali pencoblosan. Hal tersebut diketahui Nur Alam saat melihat jari tangan pemilih yang terdapat dua bekas tinta sebagai bukti telah mencoblos. Maka ia pun segera melaporkan kepada panwas yang bertugas.

Ditempat yang sama, Zulfakri sebagai saksi Pihak Terkait menuturkan hal yang berbeda, menurutnya bahwa tidak ada lagi masalah dengan DPT seperti ditudingkan pihak Pemohon. Pada dasarnya, penetapan DPT oleh KPU sudah dilakukan secara benar, cermat dan diperbaiki di setiap daerah yang menjadi tempat Pilkada Sulbar.

Seperti yang diketahui bahwa sidang pembuktian perselisihan hasil pemilihan (PHP) Gubernur Sulawesi Barat ini dengan pemohon pasangan Suhardi Duka dan Kalma Katta digelar setelah MK memutuskan bahwa perkara tersebut telah memenuhi syarat untuk disidangkan. (Ra/Fa)

Comments

comments

Check Also

Didik Wawasan Kebangsaan, Babinsa Kodim 1402/Polmas Sasar Sekolah di Desa

Laporan : Zaenal POLMAN, KANDORANEWS.com – Anggota Babinsa Jajaran Kodim 1402/Polmas Serda Andis masuk ke …

Adventorial