Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tuesday , October 16 2018

Korban Kekerasan Pers Pimpin Aksi Unjuk Rasa di Mapolda Sulbar

MAMUJU, kandoranews.com – Kasus kekerasan pers yang menimpah salah seorang jurnalis TV lokal di Mamuju pimpin aksi unjuk rasa di depan kantor Mapolda Sulawesi Barat jl. Ahmad Kirang Mamuju pagi tadi. (10/03)

Kasus kekerasan ini bermula saat seorang jurnalis TV lokal berniat melakukan peliputan diarea proyek pembangunan Rumah Sakit Regional tipe B Sulbar dengan menelan anggaran milyaran rupiah yang disinyalir telah terjadi indikasi korupsi didalam perjalanannya.

Pada saat akan melakukan peliputan, Busman Rasyid jurnalis ManakarraTV yang juga merupakan korban kekerasan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para pekerja proyek utamanya dari pekerja yang mengaku sebagai kepala bagian keamanan proyek tersebut.

Aksi pengusiran sampai pada pemukulan hingga ancaman akan dibunuh dilakukan oleh para pekerja proyek tersebut kepada korban Busman Rasyid yang mencoba menghalangi proses peliputan diarea proyek ini.

Kasus tersebut langsung dilaporkan kepada pihak polres Mamuju sejak bulan februari 2017 lalu, namun sampai saat ini belum ada satu orang tersangka pun yang berhasil diamankan dan hanya satu orang yang dinyatakan tersangka namun masih dalam proses pengejaran (DPO).

Gabungan beberapa jurnalis bersama HMI, PMII, FPPI serta GMKI pun menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhapap lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian, serta masih lemahnya penerapan UU No. 40 tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

“Kami aksi hari ini sebagai bentuk kekecewaan kepada aparat penegak hukum, kenapa kasus saya begitu lambat, kenapa sampai hari ini tidak seorang pun yang diamankan sebagai tersangka, kenapa hanya satu orang yang ditersangkakan itupun masih DPO, pertanyaan-pertanyaan ini yang membuat kami merasa perlu untuk teriak dijalan.” tegas Busman Rasyid.

Hal sama juga disampaikan oleh Ketua HMI cabang Manakarra dan Ketua PMII cabang Mamuju yang menganggap banyaknya keganjilan dalam penanganan kasus ini, menurutnya setidaknya ada 9 kasus kekerasan terhadap pers telah terjadi di Sulbar namun belum satu kasus pun yang selesai.

Busman menambahkan bahwa “kami menduga adanya permainan oknum-oknum tertentu dalam kasus ini, sebab kasus ini jelas sangat berkaitan dengan mega proyek yang saat ini sedang berjalan, tapi kami pastikan tidak akan mundur selangkah pun dalam mengawal kasus kekerasan dan dugaan korupsi yang ada pada mega proyek tersebut.”

Ditempat berbeda, Kapolda Sulbar Brigjend Pol Drs. Nandang bersama dengan PJU Polda Sulbar yang didampingi oleh Kapolres Mamuju serta Kasat Reskrim Polres Mamuju menggelear Coffee morning bersama para pimpinan media serta wartawan se-Sulbar.

Setelah menggelar coffee morning bersama para pimret dan wartawan lain yang tidak ikut dalam massa aksi menegaskan bahwa pihaknya akan menyusut tuntas penyelesaian kasus tersebut. (ra/fa)

Comments

comments

Check Also

Empat Desa di Mamasa Tertimpa Tanah Longsor dan Banjir

MAMASA, KANDORANEWS.com – Akibat diguyur hujan lebat selama 15 jam pada Sabtu hingga Minggu dinihari 14 …

Adventorial