Sunday , April 21 2019

Jodoh Atau Pendamping Politik !

Opini, kandoranews.com – Menetukan jodoh beda dengan menetukan paket pasangan dalam pilgub, Jodoh adalah Rahasia Tuhan yang pasti tidak membutuhkan dinamika by design untuk menemukannya. Biasanya cukup dengan membiarkan arah kehendak hati kita melangkah dalam menemukan pasangan, biarkan hati kita bertemu dan bersahabat dengan lawan jenis dengan senatural mungkin, asalkan kita yakin “klik” maka dia adalah jodohmu.

Tapi tentu saja tetap harus sesuai aturan agama dan norma yang berlaku, jangan sampai bersahabat dengan lawan jenis hingga di luar batas-batas yang sudah ditetapkan sebab hati pastilah selalu akan bisa menilai mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Namun ungkapan ini bukanlah standar kebenaran mutlak yang bisa diterima oleh seluruh khalayak, ini murni subjektifitas saya semata sebagai penulis.

Adalah hal yang sangat jauh berbeda dalam menentukan paket pasangan dalam pemilihan Gubernur, memang tentu keterlibatan perasaan haruslah terlibat pula dalam menentukannya, akan tetapi jauh dari pada itu ia semestinya tetap berdasarkan hitungan politis yang wajar di terima oleh calon pemilih kita.

Ia mestilah punya kapasitas yang mempuni dan kualitas mengelola kebijakan daerah dengan tepat diposisi atau jabatan sebelumnya yang ia laksanakan, jika memilih figur yang tidak punya kemandirian secara politik sudah barang tentu hasilnya akan jadi “Boneka” seseorang yang asik sembunyi dibelakang layar. Apa lagi jika yang menunggu paket pasangan ini juga ternyata orang yang tidak cakap dalam mengelola kebijakannya, sungguh kita tidak akan bisa membayangkan seperti apa wujud paket tersebut.

Saya pernah menulis status di media sosial “Apa jadinya jika kedua orang yang tidak bisa dipercaya menjalin kerja sama??”. Saya dan seluruh rakyat pasti barang tentu dapat menilainya. Naudzubillah semoga kita terhindar dari rayuan palsu atas nama kemajuan yang dimana bukti kekaryaannya telah dirasakan masyarakatnya.

Politisi haruslah bisa berkomitmen dan wajib membuktikan komitmennya, pun dengan rakyat, kita seharusnya bisa berani mengatakan “Tidak” untuk figur yang tidak rela meninggalkan kastanya selama 10 tahun ditanah ini. Saya secara pribadi tidak mau lagi menyaksikan deretan pimpinan SKPD yang seolah bergiliran duduk didepan meja hakim tipikor.

Semoga tulisan ini mendapatkan tempat diruang perenungan kita bersama, tidak ada manusia yang sempurna semua punya kekurangan, akan tetapi saya selalu menggunakan standar pola minimum dalam memilah figur yang layak untuk diperjuangkan dan di pilih, kutipannya kira-kira seperti ini “Paling tidak dia masih lebih baik dari pada figur yang satu itu”. Wassalam !!!

Oleh : Marwan Syamsul,S.Ip

(ra/fa)

Check Also

Bukankah Berbeda Itu Indah !

Oleh : Hamdan Dangkang,S.Kom., M.T. (Ketua KPU Kabupaten Mamuju) OPINI, KANDORANEWS.com – C. Joy Bell …