Friday , May 25 2018

Indahnya ”kerajaan”Orang mini di china.

Deretan ‘ksatria’ berjubah hitam yang bersenjatakan pedang plastik berdiri di dekat gerbang. Penari-penari dengan kostum warna-warni tersenyum dan melambai kepada sekitar 50 pengunjung yang baru saja tiba. Selamat datang di Kerajaan Rakyat Kecil.

Terletak dekat Kota Kunming di Provinsi Yunnan, China bagian selatan, taman hiburan tersebut didirikan pada 2009 guna menampung orang-orang cebol yang kerap menerima hinaan dan dikucilkan.

Dilansir dari BBC, Minggu (12/4/2015), mereka yang tidak bisa berdansa atau menampilkan atraksi, diberikan pekerjaan sebagai petugas keamanan, pembuat kerajinan tangan, juru masak, atau petugas kebersihan.

Seperti namanya, taman hiburan itu memang seperti kerajaan. Para karyawan membentuk parlemen sendiri dan memilih pemimpin mereka sendiri.

Tempat tinggal mereka ialah sebuah desa di bukit. Rumah-rumahnya pun mirip jamur raksasa yang sering diceritakan di berbagai dongeng, Namun, tentu saja mereka bermukim di situ ketika sedang bekerja, demi menghibur para pengunjung. Saat taman hiburan ditutup, mereka menetap di asrama tidak jauh dari sana.

Punya kekasih

Para bos pemilik taman hiburan berkeras tiada rahasia yang disembunyikan begitu pula dengan kisah eksploitasi sebagaimana dialami sejumlah buruk pabrik di Cina. Di kerajaan itu, mereka diterima apa adanya.

Salah satunya, Xiao Xiao atau Kecil Kecil — pembawa acara di taman hiburan itu. Xiao mengaku punya kekasih di tempat kerjanya dan merasa bahagia. Menurutnya, dari 200 karyawan, hanya segelintir yang hengkang karena rindu kampung halaman.

Sebelum bekerja di situ, Xiao bekerja sebagai penyanyi di bar demi uang recehan. Pemabuk sering melecehkan dia dan menyiramnya dengan minuman. Kini, dia menyanyi di panggung sungguhan, tempat dia menerima pujian dan disambut dengan bunga.

Selain Xiao Xiao, seorang perempuan lainnya mengaku meninggalkan pekerjaan sebelumnya di sebuah pabrik kimia untuk bekerja di Kerajaan Rakyat Kecil. Ada pula karyawan yang dulunya pengemis atau pengutil.

Kian jelas bahwa hampir semua karyawan ialah mantan pekerja serabutan, mengingat jarang ada lowongan pekerjaan di China bagi orang mini. Di Kerajaan Rakyat Kecil, mereka bisa bekerja dan tak jarang bertemu jodoh.

Apalagi, mereka bebas dari cacian, hinaan, dan perlakuan kurang ajar dari ‘manusia-manusia besar’ di dunia luar.

 

Comments

comments

Check Also

Total Bangun Mamuju, Pemkab Ajak Corporate Jepang

MAMUJU, kandoranews.com – Bupati mamuju H. Habsi Wahid bersama Wakil Bupati H. Irwan SP. Pababari …

Adventorial