Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Saturday , November 17 2018

FSPB;gelar diskusi publik peringati mei day.

KandoraNews.com

Mamuju,(01/05)Dalam rangka memperingati hari buruh sedunia yang bertepatan pada tanggal 1 mei,Forum Solidaritas Pemerhati Buruh (FSPB)Mamuju menggelar diskusi publik di sebuah warkop Jl.Pontiku Mamuju dengan tema ”Kearifan lokal,ekonomi meningkat,buruh hidup layak.

Dalam diskusi tersebut beberapa narasumber yang terdiri dari unsur birokrasi,pengusaha dan perwakilan jurnalis memaparkan persfektif yang berbeda serta pisau analisis yang berbeda pula.

Kepala bidang hubungan perindustrian Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Mamuju Iswanto mengatakan bahwa dimomentum hari buruh ini tentu merupakan hari yang tepat untuk membahas persoalan ketenaga kerjaan,atau biasa disebut dengan istilah lain yaitu buruh.

Berbicara tentang ketenaga kerjaan tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya upaya untuk mensejahterakan para pekerja,sehingga terkhusus untuk pemerintah tentu fungsinya membuat sebuah regulasi terhadap ketenaga kerjaan yang kemudian mampu mengayomi para pekerja,dan sekaligus menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum kabupaten (UMK)sebagai jaring pengaman para pekerja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)Mamuju Herman Kullau’ mengatakan bahwa pengusaha merupakan mitra kerja dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pekerja atau buruh,sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang baik dalam menjalankan sebuah kerja sama.

Terkhusus untuk Apindo Mamuju,kita ketahui bersama bahwa dewan pengupahan belum terbentuk di Mamuju,sehingga kita perlu mendorong secara bersama sama,sebab ini juga dinilai sangat urgen,dan para pekerja atau buruh akan merasa terlindungi dari berbagai macam bentuk penyimpangan.Tegas Herman Kullau’.

Ditempat yang sama ketua Umum AJI Sulawesi Barat Sudirman Samual mengatakan dimontum hari buruh ini,sedikit kita akan merefleksi sejarah perjuangan kaum buruh pada saat itu di amerika untuk mendapatkan hak haknya,sebenarnya bicara buruh orang-orang yang bekerja di mediapun merupakan komponen dari buruh,karena mereka bekerja untuk mendapatkan upah dari hasil pekerjaan.

Ketika kita berbicara kesejahteraan pada buruh atau pekerja,itu akan utopis apabila pihak pengusaha senantiasa hanya mengedepankan keuntungan atau sistem kapitalisasi,sementara pekerja menginginkan kesejahteraan,Kuncinya (Jumat,01/05).

(AD)

Comments

comments

Check Also

Sambut Hari Juang Kartika, Personel Kodim Polmas Bersihkan Rumah Ibadah

POLMAN, KANDORANEWS.com – Dalam rangka menyambut Hari Juang Kartika (HJK) Tahun 2018, Anggota Kodim 1402/Polmas bersama …

Adventorial