Tuesday , March 19 2019
Foto : Ratusan siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti upacara bendera di Lapangan Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/9/2018). Dalam upacara tersebut, Wakasek Kurikulum Dr Bakry MSi mengajak siswa miliki soft skill.

Era Milenial, Siswa Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga Diajak Miliki Soft Skill

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Kurikulum dalam dunia pendidikan laiknya menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Di era milenial saat ini, soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Kaitannya dengan itu, proses pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah hendaknya mendorong lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki soft skill.

Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga bidang kurikulum Dr Bakry MSi mengemukakan,kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah soft skill. “Kemampuan berkomunikasi (communication skill) berada pada tingkatan teratas. Karena itu, proses pembelajaran dan aktivitas di sekolah seharusnya mendorong siswa memiliki kemampuan berkomunikasi,” katanya usai upacara bendera di SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/9/2018).

Hadir dalam upacara, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd, wakasek kesiswaan dan keagamaan Abdul Azis SPd, para guru, dan ratusan siswa baik kelas X, kelas XI, maupun kelas XII.

Menurut Bakry, menanamkan soft skill dimulai dari ruang-ruang kelas. Kemampuan berkomunikasi, ujar Bakry, terkait bagaimana cara siswa menyampaikan pendapat atau gagasannya. “Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya atau mempresentasikan hasil pekerjaannya. Hal itu mendorong anak memiliki kemampuan berkomunikasi,” ujarnya.

Jenis soft skill yang kedua, yakni kejujuran. “Kita harap, anak-anak menyampaikan apa yang ia lakukan. Sesuai antara perkataan dan perbuatan. Misalnya dalam menulis artikel atau karya tulis ilmiah, siswa diarahkan untuk tidak melakukan plagiat dan menuliskan narasumbernya,” kata Bakry.

Ketiga, kemampuan interpersonal (interpersonal skill). “Anak-anak mampu memahami orang lain. Nilai ini bisa didorong dalam aktivitas belajar. Tetapi, lebih efektif dilakukan dalam kegiatan organisasi. Salah satu nilai yang didorong adalah kepemimpinan, yaitu kemampuan mengajak orang lain bekerja sama,” ucap Bakry.

Di abad 21 saat ini, ada empat kemampuan yang perlu dimiliki untuk menghadapi dunia kerja. Kemampuan ini disebut 4 C. “Skill yang dibutuhkan yaitu communication (komunikasi), collaboration (kerjasama), creativity (kreativitas), dan critical thinking (berpikir kritis). Inilah skill yang dibutuhkan untuk menunjang karir di masa mendatang. Empat C itu kini terinternalisasi dalam kurikulum 2013,” sebut Bakry.

Guru mengarahkan siswa berkolaborasi. Siswa mengerjakan tugas sesuai peran yang diberikan. Kolaborasi lebih tinggi dari kemampuan bekerjasama. “Siswa yang paham bisa memberi tahu kepada temannya yang belum paham. Siswa menyelesaikan tugas yang diberikan dalam bentuk kerjasama tim. Bukan bersama-sama kerja, tetapi bekerjasama,” katanya.

Usai upacara, master of ceremony membacakan nama-nama siswa yang memenangkan lomba. Siswa tersebut antara lain Aulia Khairunnisa (juara 3 BTA 8 competition), Ayudya Rizky Pradipta (juara 1 lomba membaca huruf Jepang), Mutiara Syifa Anida (juara 3 lomba membaca huruf Jepang), dan finalis lomba Toyota Eco Youth (Nurul Hidayah Alwi dan Vira Yuniarty). (Ilmaddin/Ra).

Check Also

LDII Ikuti Diskusi Pola Hidup Halal BPJPH-MUI Sulsel

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia bekerjasama dengan Bidang Informasi …