Wednesday , December 19 2018

Dorong Peningkatan IPM, Tiap Desa Tuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun

MAMUJU, kandoranews.com – Pencanangan Desa Tuntas Wajib Belajar 9 tahun  ini diinisiasi oleh keinginan untuk kemudian memastikan seluruh anak dapat bersekolah, jika ini dapat dilakukan oleh semua Desa maka mau tidak mau ini akan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kata Konsultan Unicef Zakir Akbar di ruang kerja Bupati Mamuju.  Jumat, (07/04/2017) bersama Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, Ketua Yayasan Karampuang Aditiya, Kepala BPMD Kab. Mamuju, Ketua Dewan Pendidikan Hajrul Malik, Para kepala Desa dan tim tuntas wajib belajar 9 tahun.

Mengenai hal tersebut Zakir mengatakan bawa pada tanggal 30 November 2016 Bupati Mamuju mencanangkan  Desa tuntas wajib belajar 9 tahun dengan membuat 3 Desa sebagai pilot project yaitu Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro, Desa Bunde Kecamatan Sampaga dan Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat yang saat ini sudah melewati beberapa tahap mulai dari Lokakarya pendidikan kabupaten, pembentukan tim tuntas wajar kabupaten yang di pimpin langsung oleh Bupati Mamuju, Lokakarya dan pelatihan Perencanaan Pendidikan Berbasis Data (PPBD), Rekonfirmasi data SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat), lokakarya Desa sampai pada Pendampingan penyusunan RKP dan RPJM Desa dan pada hari ini pendampingan yang dilakukan di tiga desa tersebut hampir final RKPnya khusus untuk sektor pendidikan.

“Setelah itu kita belum melakukan  pengembalian anak kesekolah dan melounching Desa tuntas wajib belajar 9 tahun, kalau merujuk kepada SK Bupati terkait Desa tuntas indikator kita harapkan di akhir tahun 2018 sudah selesai  di tiga desa ini tentu kita berharap prosesnya bisa lebih cepat sehingga kita betul-betul memiliki 3 Desa dengan model yang bisa menjadi inspirasi bagi Desa lain.” Pungkasnya.

Masih Zakir, mengenai situasi data untuk sektor pendidikan khususnya anak di tiga desa yang tidak bersekolah itu sebanyak 25 anak di Desa Botteng Utara, 23 anak di Desa Bunde dan 33 anak di Desa Dungkat jadi total anak yang tidak bersekolah itu  81 anak.

Ditempat yang sama Bupati Mamuju Drs. H. Habsi Wahid mengatakan kalau kita ingin meningkatkan Indeks pembangunan manusia memang pendekatan yang dilakukang paling  cepat itu mnyentuh sektor kesehatan dan pendidikan jadi untuk itu setiap daerah dalam proses pembangunan harus mempercepat bagaimana tentang indeks pembangunan kemanusiaan itu, karena mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat itu diukur dari indeks pembangunan manusia.

Oleh karenanya, dari awal saya telah konsen dnegan program ini apalagi di data SIPBM masih ada sekitar 10 ribu data anak yang putus sekolah ini sangat memprihatinkan maka tahun ini dengan 3 desa ini saya kira bisa membentuk generasi yang cerdas yang mempunyai pendidikan yang baik sehingga punya harapan hidup pada masa yang akan datang. (Ra/Fa)

HMS. Lisa Sari Dewi. H

Check Also

Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019: Ekonom Mengapreasiasi Keberhasilan Pemerintah Kendalikan Inflasi

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Perkembangan inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin …