Thursday , December 14 2017

Disambut Water Canon, Demo HMI Berujung Bentrok

MAMUJU, kandoranews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Sulawesi Barat berujung bentrok setelah barisan pengamanan menghalau massa aksi dengan menggunakan mobil water canon, senin (30/10)

Massa HMI yang mendatangi Mapolda Sulawesi Barat ini memulai aksinya dengan berorasi untuk menyampaikan tuntutan terkait beberapa kasus diantaranya pemukulan mahasiswa saat aksi menyambut hari sumpah pemuda, menyikapi pemberitaan yang dinilai hoax serta dugaan kriminalisasi mahasiswa yang dilakukan oleh polres Mamuju serta meminta Kapolres Mamuju untuk dicopot.

Aksi gabungan yang digelar kader HMI se-Sulawesi Barat ini diantarannya HMI Cabang Majene, Cabang Polewali Mandar dan HMI Cabang Manakarra akhirnya mulai memanas saat barisan pengamanan dari Polda Sulbar dengan membawa mobil water canon mendekati massa aksi.

Pihak keamanan yang menurunkan water canon tersebut dimaksudkan untuk memadamkan aksi bakar ban yang dilakukan para demonstran, namun massa aksi yang tidak terima akhirnya mendekati water canon untuk dihentikan hingga terjadi aksi saling dorong antara aparat polisi dan massa HMI.

Foto : Massa aksi yang menghalau mobil water canon polisi

Massa pun semakin memanas saat mengetahui bahwa Herlin ketua umum HMI cabang Manakarra menerima pukulan dari pihak kepolisian yang mengakibatkan salah satu penanggungjawab aksi ini pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Salah seorang alumni HMI Ahmadi Salim yang berada dibarisan massa membenarkan aksi pemukulan tersebut dan mengatakan bahwa ini jelas tindakan yang tidak terpuji dari pihak keamanan.

“Betul saya melihat jelas bagaimana Herlin dipukul hingga jatuh lalu diinjak oleh salah seorang polisi, saya sempat mengejar namun polisi tersebut lari, ungkap Ahmadi Salim sesaat setelah mengangkat Herlin keluar barisan massa yang sedang tak sadarkan diri.

Ditempat yang sama Riadi Syam salah seorang massa aksi juga menyayangkan hal tersebut, dirinya menilai bahwa pihak kepolisian telah bertindak diluar prosedur.

“Kami datang baik-baik dan tak ingin aksi ini dinodai oleh oknum yang akhirnya berujung bentrok, mestinya pihak kepolisian persuasif dulu kepada kami, kenapa harus langsung datang mau bubarkan kami dengan water canon,” tegas Riadi Syam.

Foto : Ketua Umum HMI Cabang Manakarra Herlin Pingsan setelah menerima pukulan aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut pihak kepolisian juga berhasil mengamankan seorang kader HMI cabang Manakarra yang dituding melakukan pengrusakan kaca spion mobil water canon.

Tak lama berselang setelah bentrokan tersebut, akhirnya pihak kepolisian melakukan negosiasi kepada massa aksi untuk langsung berdialog dengan kapolda Sulawesi Barat.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Jafar yang menerima massa aksi dihalaman kantor Mapolda Sulawesi Barat ini menegaskan akan menindaklanjuti semua tuntutan HMI termasuk aksi pemukulan yang dilakukan aparat kepada ketua Umum HMI cabang Manakarra serta akan melakukan proses hukum terhadap massa yang diamankan oleh pihak kepolisian.

“Kami apresiasi aksi rekan-rekan HMI, hal ini kami butuhkan sebagai peran generasi muda dalam membangun Sulawesi Barat, silahkan laporkan anggota kami yang melakukan pemukulan, kami akan melakukan semua prosedur sesuai dengan aturan yang ada. demikian Brigjen Pol. Baharuddin Jafar. (Ra/Fa)

 

Comments

comments

Check Also

Indeks Demokrasi Indonesia Sulbar Capai Angka 72,37

MAMUJU, kandoranews.com – Sistem politik Indonesia dewasa ini sedang mengalami proses demokratisasi yang membawa berbagai konsekuensi …