Sunday , January 20 2019
Breaking News

Dapat Denda Rawat Inap, Peserta JKN-KIS Pertanyakan Aturan BPJS Kesehatan

MAMUJU, kandoranews.com – Lagi, BPJS Kesehatan kembali mendapat sorotan dari masyarakat, kali ini seorang peserta JKN-KIS yang mempertanyakan aturan BPJS setelah dimintai pembayaran denda rawat inap, sabtu (27/05)

Adalah Fachryan Taslim ayah seorang bayi mungil yang baru saja dilahirkan disebuah rumah sakit ternama di kabupaten Mamuju. Dia telah menjadi peserta JKN-KIS sejak lama dan saat ini Fachryan harus menemani sang istri dalam proses persalinan di Rumah Sakit.

Proses persalinan berjalan lancar dan sang bayi pun terlahir dengan selamat, namun ada hal yang justru membuat kebingungan yaitu saat dirinya dimintai pembayaran denda rawat inap oleh pihak BPJS dengan alasan terlambat bayar iuran bulanan BPJS.

Sementara itu, Fachryan sendiri menjelaskan bahwa ini jelas membingungkan kami sebagai peserta JNK-KIS sebab betul bahwa dia pernah terlambat bayar iuran tetapi tidak pernah lebih dari satu bulan.

“Ini jelas sangat membingungkan kami sebagai peserta JKN-KIS, karena betul pak saya pernah terlambat bayar iuran BPJS tapi tidak pernah lewat satu bulan atau lebih,” tegas Fachryan kepada kandoranews.com

“Sepengetahuan saya pak denda itu dibayar atau ditagih saat kita bayar iuran, kenapa ini malah ditagih saat pasien sakit dan namanya denda rawat inap, tentu ini sangat membuat saya bingung pak,” lanjut lelaki yang akrab disapa Ryan itu.

Saat dimintai pembayaran denda rawat inap ini, Ryan menjelaskan telah berupaya untuk meminta penjelasan dari petugas BPJS yang ada di RS Mitra Manakarra namun tak ada hasil, bahkan dia malah diminta untuk menanyakan langsung ke kantor BPJS Wilayah Sulbar.

Untuk besaran pembayaran denda rawat inap sendiri Ryan munuturkan jumlahnya sebesar 2,9 juta rupiah dan disana ada hitungan persen untuk biaya denda yang dimaksud.

“Nah itu yg tertera saya liat sekitar 2.9 juta lebih tapi petugas BPJS bilang itu ada hitungannya pak, sekian persen dari situ untuk dendanya. ini belum lagi bayar selisih pelayanan untuk rumah sakit dan kami belum tau berapa banyak yang harus kami bayar lagi,” ungkap Fachryan Taslim

Dirinya berharap segera mendapat penjelasan dari pihak BPJS Kesehatan mengenai hal tersebut, sebab apa gunanya menjadi peserta JKN-KIS kalau juga masih tetap dibebani dengan biaya ini dan itu. demikian Ryan (Ra/Fa)

Check Also

Hiski Sulbar Sukses Gelar Raker I

MAJENE, KANDORANEWS.com – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) Komisariat Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Rapat Kerja …