Wednesday , December 19 2018

Berikut Tiga Poin Tuntutan Aksi Kekerasan Terhadap Pers

MAMUJU, kandoranews.com – Gerakan pemuda Mahasiswa dan jurnalis yang menggelar aksi unjuk rasa pagi tadi di Mapolda Sulawesi Barat menuntut penuntasan sejumlah kasus kekerasan pers yang terjadi di Sulawesi Barat.

Massa aksi yang tergabung dalam beberapa OKP diantarannya HMI Cabang Manakarra, PMII Cabang Mamuju, FPPI, dan GMNI Cabang Mamuju serta beberapa gabungan pewarta dari berbagai media baik online, electronik maupun cetak ikut menyatukan barisan mengecam lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh polres Mamuju.

Adalah Busman Rasyid salah seorang jurnalis ManakarraTV yang juga menjadi korban kekerasan dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oleh para pekerja RS Regional Tipe B Sulawesi Barat beberapa bulan yang lalu, menjadi korlap dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Dalam Orasinya, Busman Rasyid menyampaikan tiga poin tuntutan diantaranya meminta kepada aparat kepolisian segera menangkap DPO kasus kekerasan yang menimpa dirinya, mengusut tuntas serta menangkap tersangka lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut serta meminta kepada pihak kepolisian untuk tegas menggunakan UU pers No 40 tahun 1990.

Massa aksi menilai bahwa polres dan Polda Sulbar dianggap gagal dalam menuntaskan setiap kasus kekerasan terhadap pers yang terjadi di Sulbar, setidaknya sudah ada 9 kasus kekerasan terhadap pers yang terjadi di Sulbar namun belum satu pun yang dapat terselesaikan dengan baik.

Ditempat yang sama, para mahasiswa yang juga ikut berorasi secara bergantian juga meminta hal yang sama agar penegakan supremasi hukum di Sulawesi Barat benar-benar harus ditegaskan, utamanya penegasan dan penggunaan UU pers No 40 tahun 1999 serta meminta Kapolda Sulbar untuk mengusut tunatas dugaan korupsi pada pembangunan RS Regional Tipe B Sulawesi Barat.

Kapolda Sulbar Brigjend Pol Drs. Nandang yang hadir ditengah-tengah massa aksi setelah menggelar coffee morning disalah satu warung kopi menegaskan bahwa pihaknya akan segera menuntaskan kasus tersebut, serta menegaskan pula bahwa tidak ada penyidik yang masuk angin.

“Selama saya menjabat Kapolda, baru kasus ini yang menimpa rekan-rekan pers, saya berjanji akan menuntaskan kasus tersebut, kami sampaikan juga bahwa kami tidak pernah masuk angin dalam penanganan kasus ini.” tegas Brigjend Pol. Drs Nandang dihadapan puluhan massa aksi. (Ra/Fa)

Check Also

Evaluasi Ekonomi 2018 dan Outlook 2019: Ekonom Mengapreasiasi Keberhasilan Pemerintah Kendalikan Inflasi

MAKASSAR, KANDORANEWS.com – Perkembangan inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin …