Thursday , March 21 2019

Asisten III Sulbar,jalani pemeriksaan di kejaksaan negri Mamuju.

KandoraNews.com

Post:Riadi Syam.

Mamuju (13/08) Asisten III Provinsi Sulawesi Barat Muh Abdu terlihat menjalani pemeriksaan di ruangan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mamuju dengan dugaan kasus tindak piidana korupsi pengadaan bibit sapi tahun 2013.

Proses hukum yang menjerat mantan Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Sulawesi Barat ini yakni Muh Abdu kembali bergulir dikejaksaan negeri Mamuju dengan agenda tindak lanjut dari pelimpahan kasus yang diserahkkan oleh penyidik polres Mamuju ke Kejaksaan Negeri Mamuju.

Muh Abdu yang telah ditetap oleh penyidik Polres Mamuju sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit sapi tahun 2013 mengatakan, sebenarnya saya merasa di zolimi dari kasus ini sebab saksi mahkota yakni Irfan yang juga sebagai rekanan dari proyek ini yang telah memalsukan tanda tangan saya,tidak bisa dihadirkan serta pihak kami telah melakukan upaya pengembalian kerugian negara.

Secara pribadi saya merasa tidak bersalah,sebab sayapun jadi korban karena tanda tangan saya dipalsukan serta saya tidak pernah menerima uang sepeserpun dari proyek tersebut.Selain itu perlu dipahami bahwa saya akan tetap menghargai proses hukum yang ada, dan pada intinya kita berharap ada keadilan dalam proses yang kini berjalan. ”Imbuhnya”.

Sementara ditempat yang sama Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mamuju Arifin Sanrang.SH mengataan, bahwa pada hari ini kami telah menerima proses pelimpahan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit sapi tahun 2013 yang melibatkkan asisten III Sulbar yakni Muh Abdu, dan Sosanna Mutiara,dan akan ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang telah berlaku.

Sekedar diketahui bahwa dari dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit sapi tahun 2013,dimana hasil penyidikan yang dilakukan oleh unit III Tipikor Polres Mamuju telah ditetapkan tiga tersangka yakni Irfan sebagai penyedia jasa atau rekanan, Sosanna Mutiara yang bertindak sebaga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Muh.Abdu yang bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran,adapun kerugian negara ditaksir senilai empat ratus juta rupiah.

Persoalan proses yang kemudian akan dijalankkan, kita tinggal melakukkan koordinasi dengan jaksa yang menangani kasus tersebut, yang pastinya kalau perkara sudah masuk dikejaksaan pasti akan ada tindak lanjut. ”Adapun ketika kita berbicara pembuktian yah nanti dipengadilan”Pungkas Arfin Sanrang”.Kamis (13/08).

(AD).

 

Check Also

Pemprov Sulbar Dorong Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Lebih Optimal

MAMUJU, KANDORANEWS.com – Provinsi Sulawesi Barat bertekad menjadikan aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi lebih optimal …